Kamis, 01 Desember 2011

Frontlines: Fuel of War

Rasanya saat ini sudah banyak game FPS yang dikeluarkan untuk konsol dan PC, apalagi Xbox 360 sering disebut-sebut sebagai konsol bagi penggemar FPS. Masih sangat jelas teringat bagaimana kerennya dunia Bioshock, serunya memainkan Call of Duty 4 dan pertempuran sengit melawan para flood pada Halo 3. Tidak dapat dipungkiri serial-serial tersebut berhasil mencuri perhatian dan sekarang Frontlines: Fuel of War berusaha melakukan cara yang sama, banyak promosi gencar yang mereka lakukan untuk mengangkat nama Frontlines: Fuel of War. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah game ini memang patut diperhitungkan? Atau game ini hanyalah FPS biasa yang banyak dirilis pada konsol dan PC.agi siapapun yang pernah memainkan seri Battlefield pasti menyadari banyaknya kesamaan yang diperlihatkan oleh game ini. Sistem yang diterapkan terlihat sangat mirip dengan gameBattlefield dan bahkan cara untuk memenangkan pertempuran dalam game ini sangat mirip dengan cara yang dipakai oleh game Battlefield. Kamu cukup merebut beberapa lokasi yang ada di dalam map dan menguasai semuanya sambil menahan gempuran musuh. Di beberapa poin kamu cukup berdiri di sebelah sistem satelit dan pada poin tertentu kamu harus menanam peledak dan kemudian meledakan bangunan musuh. Yang jadi masalah, sistem game ini membuat saya merasa melawan tumpukan bot yang bergerak dan bereaksi begitu-begitu saja. Mungkin bagi pemain Battlefield sistem ini terasa biasa saja, tetapi bagi sebuah game yang menitikberatkan cerita, sistem ini terasa sedikit aneh.


Terdapat dua kubu di dalam game ini, yang pertama adalah kubu Western Coalition Army (Amerika dan persatuan Eropa) dan yang kedua adalah kubu Red Star Allieance (Rusia dan Cina), sementara itu pertempuran berlangsung di daerah Timur Tengah. Setiap akhir misi terdapat cutscene yang menceritakan pertempuran dari sudut pandang wartawan perang Masalah utama yang menerpa game ini bukanlah pada bagian cerita, justru menurut saya pribadi masalah yang paling utama terdapat dalam game ini adalah keorisinilan ide yang dipakai oleh sistem gamenya. Rasanya game ini sedikit sekali melakukan inovasi yang menghindarkan game ini dari tudingan penjiplakan ide. Bahkan perubahan konsep dari multiplayer yang ada di serialBattlefield menjadi single player di Frontlines: Fuel of War terasa cukup dipaksakan.
Untunglah mode single player bukanlah sesuatu yang ditonjolkan di dalam Frontlines: Fuel of War. Mode yang paling menarik di dalam game ini adalah, multiplayer yang mengijinkan kamu untuk bermain bersama 49 orang lainnya. Pertempuran yang terjadi akan terasa sangat cepat dan taktis, selain itu banyaknya kelas yang ada menambah kerumitan mode multiplayer. Setiap kelas prajurit memiliki tiga tingkatan yang berbeda-beda dan setiap tingkatan memiliki kekuatan yang semakin meningkat di level yang lebih tinggi.
Dengan banyaknya job yang terdapat dalam game Frontlines: Fuel of War mode multiplayer menjadi keunggulan tersendiri dan untungnya kontrol yang ditawarkan tergolong mudah serta gampang dipahami. Kendaraan tempur yang ada didalam game ini juga mudah dikontrol dan dikuasai pergerakannya.


Sayang walaupun mode multiplayer menjadi andalan utama game Frontlines: Fuel of Warternyata mode ini hanya memiliki satu macam tipe pertempuran dan pada versi Xbox 360 kamu tidak bisa menjadikan konsolmu sebagai dedicated server sehingga hanya THQ lah yang mempunyai kontrol terhadap jalannya pertempuran.



Walaupun mode multiplayer hanya menawarkan satu buah pilihan tetapi pengalaman yang ada di dalamnya sangat tidak membosankan bahkan cendrung seru. Terkadang dalam sesi permainan situasi yang dihadapi sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya, hal ini akibat banyaknya senjata serta kendaraan yang dapat dipakai dalam gamenya.


Musik dalam game ini cukup menghentak dan memompa semangat, dialog-dialog yang dihadirkan walaupun tidak sempurna masih cukup keren dan lumayan dapat diterima. Sementara itu suara tembakan terdengar cukup realistis dan nyata. Apabila kamu memiliki koneksi internet dan menyukai gameplay FPS ala Battlefield, saya sarankan kamu untuk memiliki gameFrontlines: Fuel of War. Tentunya apabila kamu tidak bosan dengan gameplay tiruan serialBattlefield.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar