Mode singleplayer dapat dihabiskan dalam waktu tiga jam saja, jadi apabila kamu bukan tipe gamer yang maniak dengan kegiatan mengumpulkan skor, game The Club bukanlah pilihan yang tepat. Satu hal yang disesalkan dari game ini, dengan tingkat replayability yang rendah harusnya game ini memiliki gameplay yang advance, sayang gameplay yang ada di dalam game ini terasa dangkal dan cukup membosankan. Game ini harusnya memiliki lima tipe gameplay berbeda bila kita mendengar klaim pihak Bizzare, sayangnya pada kenyataannya The Club hanya memiliki dua buah gameplay yang benar-benar berbeda. Sisa gameplay yang ada terlalu mirip antara satu dengan yang lainnya, seperti mode siege dan survivor.
Kamis, 01 Desember 2011
Terkadang sebuah game yang masih berupa konsep tertulis terdengar sangat keren tetapi realisasinya jauh dari kesan keren dan terkadang malah terlihat buruk. Mungkin The Club bisa menjadi salah satu contoh yang pas untuk menggambarkan situasi di atas. Pada dasarnya The Club diterima oleh pasar, sayang gameplay yang disuguhkan justru biasa saja dan terasa belum matang.
The Club menambahkan unsur baru dalam genre third person shooter, Bizarre selaku pihak developer menambahkan gameplay balapan ke dalam The Club. Kamu tidak hanya diharuskan membunuh sebanyak mungkin tetapi kecepatan dan akurasi menjadi perhitungan tersendiri. Poin akan diberikan setiap pembunuhan yang dilakukan, penambahan poin akan diperhitungkan dari banyak segi ataupun aspek. Contohnya, di mana tembakan disarangkan, seberapa jauh jarak target ketika dieksekusi dan tingkat kesulitan yang dialami ketika kita akan menghabisi target. Game ini juga memberikan penggandaan nilai dari setiap target yang kamu bunuh secara terus-menerus.
Mode singleplayer dapat dihabiskan dalam waktu tiga jam saja, jadi apabila kamu bukan tipe gamer yang maniak dengan kegiatan mengumpulkan skor, game The Club bukanlah pilihan yang tepat. Satu hal yang disesalkan dari game ini, dengan tingkat replayability yang rendah harusnya game ini memiliki gameplay yang advance, sayang gameplay yang ada di dalam game ini terasa dangkal dan cukup membosankan. Game ini harusnya memiliki lima tipe gameplay berbeda bila kita mendengar klaim pihak Bizzare, sayangnya pada kenyataannya The Club hanya memiliki dua buah gameplay yang benar-benar berbeda. Sisa gameplay yang ada terlalu mirip antara satu dengan yang lainnya, seperti mode siege dan survivor.
Mode multiplayer menggunakan area yang dipakai pada mode turnamen. Inti dari game ini adalah pembunuhan massal yang cukup membosankan dan berulang-ulang, bahkan setiap musuh selalu muncul dari tempat yang sama sehingga sangat dimungkinkan untuk menghapal setiap lokasi musuh. Memanfaatkan timing yang tepat adalah kunci menyelesaikan game ini, bila kamu mengetahui waktu yang tepat untuk tancap gas dan mengerem sambil membidik musuh yang ada, skor yang tinggi bukanlah suatu hal yang mustahil.
Mode singleplayer dapat dihabiskan dalam waktu tiga jam saja, jadi apabila kamu bukan tipe gamer yang maniak dengan kegiatan mengumpulkan skor, game The Club bukanlah pilihan yang tepat. Satu hal yang disesalkan dari game ini, dengan tingkat replayability yang rendah harusnya game ini memiliki gameplay yang advance, sayang gameplay yang ada di dalam game ini terasa dangkal dan cukup membosankan. Game ini harusnya memiliki lima tipe gameplay berbeda bila kita mendengar klaim pihak Bizzare, sayangnya pada kenyataannya The Club hanya memiliki dua buah gameplay yang benar-benar berbeda. Sisa gameplay yang ada terlalu mirip antara satu dengan yang lainnya, seperti mode siege dan survivor.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar